WUJUD PELESTARIAN BUDAYA DISBUDPAR BOJONEGORO KEMBALI GELAR RUWATAN MASSAL

0
2107

Tradisi Ruwatan Massal lekat di kalangan masyarakat Jawa termasuk masyarakat Bojonegoro. Sebagian warga meyakini bahwa ruwat berarti membersihkan diri dari sengkala (marabahaya) menjadi bagian penting dalam menapak kehidupan.

Ruwatan Massal kembali digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro di Pendopo Obyek Wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, Bojonegoro pada Selasa (11/8/2018). Acara ini digelar tepat pada penanggalan Jawa 1 Suro, yang tak lain tujuannya untuk menjauhkan diri dari “bala” atau marabahaya sehingga setelah diruwat harapannya selalu diberikan keselamatan, selain itu juga sebagai bentuk wujud dari pelestarian budaya.

Sebelum prosesi ruwatan telah hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bojonegoro, Djoko Lukito yang berkenan memberikan sambutan dan sekaligus pembuka acara dengan menyerahkan gunungan kepada Ki Dalang dalam pergelaran wayang tersebut. Hadir pula para pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Camat Ngasem, beserta Forkopimda dan Undangan lainnya.

Prosesi ruwatan dimulai dari pagi hari pukul 09.00 dengan diawali acara sungkeman kepada masing-masing keluarga yang menjadi peserta sukerto, dilanjutkan pergelaran wayang Murwokolo dengan Dalang “Ki Saemo Sabdo Carito” yang berasal dari Kecamatan Ngasem. Usai gelaran wayang dilanjutkan dengan pembacaan ritual, pemotongan rambut, basuh muka, dan penarikan kupat luar. Rangkaian ritual sakral ini dilakukan dengan khidmat oleh ke 42 peserta yang berasal dari seluruh penjuru daerah Kabupaten Bojonegoro. (ON)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here