Disbudpar Bojonegoro Gandeng Attanwir Susun Pengelolaan Geosite Banyu Kuning

0
52

DisbudparBojonegoro- Sebagai tindak lanjut arahan Bupati Bojonegoro, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro berkolaborasi dengan Institut Attanwir melaksanakan kajian penyusunan rencana pengelolaan kawasan Geosite Banyu Kuning di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal untuk merancang arah pengembangan Geosite Banyu Kuning sebagai destinasi wisata yang mengedepankan kekayaan alam serta nilai edukasi.

Selain merumuskan konsep pengembangan, kajian ini juga diarahkan agar tata kelola kawasan dapat berjalan lebih sistematis, berkesinambungan, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina, Kepala Bidang Pariwisata Amin Asrofin, perwakilan LPPM Attanwir Muhajir dan Budi, Sekretaris Camat Gondang, Kepala Desa Krondonan, serta Ketua Pokdarwis Agus Rian.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting sebagai dasar dalam mewujudkan destinasi wisata yang berkualitas.

“Kajian ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bojonegoro agar pengembangan potensi wisata, khususnya geosite, dilakukan secara terencana dan didukung kajian yang matang. Kami berharap Geosite Banyu Kuning tidak hanya berkembang dari sisi fisik, namun juga memiliki tata kelola yang jelas, berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat,” ungkap Elzadeba.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, Attanwir, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat menjadi unsur penting dalam menyusun konsep pengelolaan kawasan secara menyeluruh.

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang terjalin hari ini. Semoga hasil kajian ini dapat menjadi landasan bersama dalam mengembangkan pariwisata Bojonegoro yang memiliki karakter dan daya saing,” tambahnya.

Selain melakukan observasi lapangan, para pihak yang hadir juga berkesempatan meninjau area sekitar dengan mendaki Gunung Pandan yang berada tidak jauh dari lokasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan langsung terhadap potensi alam di wilayah Gondang.

Melalui kajian ini, Geosite Banyu Kuning diharapkan dapat dikembangkan secara maksimal dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun sosial budaya. (Am)

SHARE