Miss Grand Indonesia Kesengsem Batik Jonegoroan

0
1970

Menjelang pelaksanaan event Bojonegoro Batik & Tenun, Craft & Culinary Expo 2016 hari ini, pada Jum’at (11/10/16) malam kemarin, diselenggarakan press conference. Bertempat di Adrawina Room Hotel Aston, acara tersebut hadir Putri Pariwisata Indonesia 2014, Syarifah Fajri Maulidiyah, Miss Face Of Beauty Indonesia 2015, Tengku Nizwa dan Miss Grand Indonesia 2015, Yolanda Remetwa, yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Mahfudhoh Suyoto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Amir Syahid, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Basuki.

Dalam acara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Amir Syahid, menjelaskan bahwa event yang akan dilaksanakan tersebut merupakan salah satu bukti kesiapan Bojonegoro dalam menyambut tahun kunjungan wisata 2017. Batik dan tenun yang merupakan produk unggulan di Bojonegoro, dinilai sudah mampu bersaing dengan produk-produk lainnya. Sehingga, dengan adanya acara ini diharapkan mampu mengenalkan batik dan tenun Bojonegoro ke tingkat nasional dan internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Basuki, mengapresiasi semangat dan keseriusan dari semua pihak yang ikut mensukseskan acara fashion show batik dan tenun, serta pameran produk kerajinan dan kuliner lokal tersebut. Ia menjelaskan bahwa produk kerajinan di Bojonegoro tidak kalah bagus dengan produk kerajinan dari kota-kota lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK, Mahfudhoh Suyoto, juga memberikan sedikit gambaran tentang sejarah batik dan tenun Bojonegoro. Ia berharap batik dan tenun asli Bojonegoro akan semakin dikenal dengan adanya kegiatan ini.

Ketiga bintang tamu yang hadir dalam press conference pun mengungkapkan kecintaanya pada Batik Jonegoroan, yang merupakan batik khas Bojonegoro. Miss Grand Indonesia 2015, Yolanda Remetwa, mengaku kesengsem dengan motif-motif Batik Jonegoroan, dan bangga pernah menggunakan rancangan berbahan dasar batik tersebut. Menurutnya, keunikan motif batik dan corak warna yang indah menjadi salah satu nilai plus bagi batik tersebut. Ketiganya kompak ingin memborong Batik Jonegoroan untuk dijadikan oleh-oleh saat pulang nanti.

Press conference yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut dihadiri oleh beberapa media lokal Bojonegoro, Humas, Kominfo, Desainer Lokal dan Nasional, WakulBo, dan pihak-pihak yang ikut mensukseskan event ini.

dsc02479

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here