Disbudparbojonegoro– Rangkaian kegiatan atraksi seni budaya yang digelar pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi wisata unggulan Kabupaten Bojonegoro.
Atraksi seni budaya ini diselenggarakan di beberapa destinasi strategis, di antaranya Kayangan Api, Dander Water Park, Galeri Bengawan, dan Growgoland. Berbagai pertunjukan seni budaya seperti reog, jaranan, barongsai, serta campursari berhasil menarik minat masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah.

Dampak peningkatan kunjungan terlihat jelas dari data penjualan tiket di beberapa destinasi wisata. Di Kayangan Api, penjualan tiket pada Selasa (23/12/2025) tercatat sebanyak 152 lembar dan meningkat pada Rabu (24/12/2025) menjadi 206 lembar. Lonjakan signifikan terjadi pada Kamis (25/12/2025) bertepatan dengan libur Natal, dengan penjualan mencapai 1.310 lembar tiket. Tingginya minat kunjungan terus berlanjut pada akhir pekan, dengan penjualan 892 lembar tiket pada Sabtu (27/12/2025) dan 946 lembar tiket pada Minggu (28/12/2025).

Peningkatan kunjungan juga terjadi di Dander Water Park. Penjualan tiket pada 23 Desember 2025 tercatat sebanyak 291 lembar dan meningkat menjadi 399 lembar pada 24 Desember 2025. Pada Kamis (25/12/2025), tiket terjual sebanyak 466 lembar. Antusiasme pengunjung mencapai puncaknya saat akhir pekan, dengan penjualan 889 lembar tiket pada Sabtu (27/12/2025) dan meningkat signifikan menjadi 1.325 lembar tiket pada Minggu (28/12/2025).

Sementara itu, Galeri Bengawan juga mencatat kunjungan yang cukup tinggi. Pada Kamis (25/12/2025), tiket terjual sebanyak 245 lembar, sedangkan pada Minggu (28/12/2025) tercatat 180 lembar tiket terjual. Kehadiran pertunjukan seni tradisional menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin menikmati hiburan sekaligus mengenal kekayaan budaya lokal Bojonegoro.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan atraksi seni budaya merupakan strategi untuk mengoptimalkan momentum libur panjang sekaligus memberdayakan pelaku kesenian lokal dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain memberikan hiburan kepada masyarakat, kegiatan ini juga berdampak pada pergerakan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM dan pengelola destinasi wisata.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap sektor pariwisata daerah semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian dengan tetap mengedepankan pelestarian seni budaya dan kearifan lokal. (Am)






