Biro Perjalanan Bojonegoro Berencana Gelar “Travel Fair”

0
2041

Bojonegoro (Antara Jatim)  – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Abiparo) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berencana menggelar “Bojonegoro Travel Fair” untuk mengenalkan potensi objek wisata lokal termasuk di dalamnya kuliner dan cinderamata kepada masyarakat pada awal Oktober mendatang.

“Bojonegoro “Travel Fair” ini untuk memperkenalkan sekaligus mengangkat objek wisata, kuliner dan cinderamata lokal kepada masyarakat tidak hanya lokal, tapi juga luar daerah,” kata Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Bojonegoro Wahyu Setiawan, di Bojonegoro, Rabu.

Oleh karena itu, menurut dia, Bojonegoro “Travel Fair” juga akan mengundang berbagai pihak terkait dengan pariwisata tidak hanya dari berbagai daerah di Jawa Timur, tapi juga Jawa Tengah dan Jakarta.

Ia memberikan gambaran Objek wisata di Jawa Timur, termasuk Bojonegoro merupakan satu kesatuan dengan objek wisata di Jawa Tengah.

Dengan demikian, lanjut dia, paket wisata di Bojonegoro bisa menjadi satu kesatuan dengan objek wisata yang ada di Jawa Tengah atau sebaliknya.

Lebih lanjut ia menjelaskan Bojonegoro “Travel Fair” akan diikuti para pelaku wisata, antara lain, pengelola objek wisata desa, swasta dan pemerintah kabupten (pemkab) yang juga mengelola sejumlah objek wisata.

Selain itu juga biro perjalanan wisata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), restoran, hotel, juga pemandu wisata.

“Di Bojonegoro ada sekitar 250 UMKM dengan berbagai produk lokal yang cukup potensial,” katanya menegaskan.

Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD) Bojonegoro Moch. Subechi, menjelaskan di daerahnya terdapat 11 objek wisata potensial dan 21 objek wisata yang baru berkembang yang layak dikenalkan kepada masyarakat.

“Kami minta pelaku usaha wisata ikut memperkenalkan objek wisata lokal. Jangan sampai ada tamu di hotel, ketika tanya terkait lokasi objek wisata ternyata pengelola hotel menjawab tidak tahu,” ujarnya.

Seorang warga Bojonegoro Nove Zain Wisuda menambahkan sejumlah mahasiswa dari berbagai negara yang menjalani pendidikan di Belanda sangat berminat datang ke Bojonegoro untuk melihat Kahyangan Api dan menikmati kuliner nasi jagung.

“Saya memprosikan objek wisata dan kuliner lokal, dengan brosur. Rata-rata mereka takjub dengan Kahyangan Api, dan ingin menikmati nasi jagung,” kata Nove yang  ketika itu juga menjalani pendidikan kesehatan di Belanda. (*)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here