DisbudparBojonegoro– Semangat melestarikan budaya lokal kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui ajakan bangga mengenakan Batik Obor Sewu, batik khas yang sarat makna sejarah dan filosofi wong Jonegoro. Dalam visual kampanye budaya yang dirilis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah tampil anggun mengenakan Batik Obor Sewu. Keduanya menyampaikan pesan kuat bahwa Batik Obor Sewu bukan sekadar kain, melainkan simbol identitas, semangat, dan cahaya sejarah Bojonegoro.
“Batik Obor Sewu ora mung sandhangan, nanging sejarah lan semangat wong Jonegoro,” demikian pesan yang disampaikan dalam kampanye tersebut. Obor Sewu dimaknai sebagai cahaya yang tak pernah padam, merepresentasikan keteguhan, gotong royong, dan daya juang masyarakat Bojonegoro dari masa ke masa.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Welly Fitrama menyampaikan bahwa penggunaan batik khas daerah merupakan bagian dari upaya nyata menjaga kearifan lokal sekaligus mendukung perajin batik lokal agar terus berkembang. “Dengan memakai Batik Obor Sewu, kita ikut nguri-uri budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kebanggaan terhadap budaya lokal harus ditanamkan sejak dini agar tidak tergerus zaman. Kampanye “Bangga Pakaian Khas Bojonegoro” ini juga sejalan dengan branding daerah Medhayoh Bojonegoro dan penguatan identitas Bojonegoro sebagai wilayah yang kaya akan budaya, sejarah, dan nilai-nilai lokal.
Melalui ajakan ini, Pemkab Bojonegoro berharap Batik Obor Sewu semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional, sebagai salah satu warisan budaya yang patut dibanggakan bersama. (Am)






