Disbudpar Bojonegoro Siapkan Launching Paket Wisata Geopark Wilayah Kecamatan Kedewan

0
33

DisbudparBojonegoro- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat koordinasi guna mempersiapkan launching paket wisata geopark di Kecamatan Kedewan, Rabu (13/5/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro, Jalan Panglima Sudirman.

Rakor tersebut dihadiri Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina bersama jajaran, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri, anggota Komisi C DPRD Bojonegoro M. Rozi dan Diana, Camat Kedewan, Kepala Desa Hargomulyo, Ketua Pokdarwis Priyo Martono, akademisi IKIP PGRI Bojonegoro Dr. Ima, serta sejumlah perwakilan media.

Dalam sambutannya, Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina menyampaikan bahwa peluncuran paket wisata Geopark Kedewan direncanakan pada 30 Mei 2026. Program tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya mendukung penilaian UNESCO Global Geopark (UGGp) yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.

Menurut Elzadeba, Kecamatan Kedewan dipilih karena memiliki banyak geosite yang menjadi titik penting dalam proses penilaian UNESCO.

“Wilayah Kedewan memiliki banyak geosite strategis yang menjadi bagian dari penilaian UNESCO Global Geopark. Karena itu, paket wisata ini kami siapkan untuk memperkuat kesiapan Bojonegoro,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun Bojonegoro memiliki puluhan objek wisata dan geosite geopark, hingga kini belum tersedia paket wisata yang terintegrasi secara menyeluruh.

“Destinasi wisata kita ada 49 dan geosite geopark sebanyak 20 titik. Namun selama ini belum ada paket wisata yang dikemas secara terpadu. Kedewan menjadi wilayah yang paling siap untuk memulai,” katanya.

Elzadeba berharap paket wisata Geopark Kedewan nantinya dapat menjadi identitas wisata unggulan Kabupaten Bojonegoro sekaligus menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

“Kami berharap semua pihak mendukung agar paket wisata ini benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro,” tambahnya.

Potensi Wisata Kedewan Dinilai Sangat Menjanjikan

Pada kesempatan tersebut, akademisi IKIP PGRI Bojonegoro Dr. Ima memaparkan hasil kajian mengenai potensi wisata Kecamatan Kedewan. Ia menyebut kawasan tersebut mempunyai karakter wisata khas yang tidak dimiliki daerah lain, terutama terkait aktivitas eksplorasi minyak tradisional.

“Kekuatan utama Kedewan ada pada wisata eksplorasi minyak tradisional yang unik dan berbeda dibanding daerah lain,” jelasnya.

Dr. Ima menerangkan, timnya telah melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi wisata, mulai wisata alam, edukasi, budaya, religi, hingga kuliner yang nantinya dikemas dalam satu paket perjalanan terpadu.

Beberapa lokasi yang dinilai siap dikembangkan di antaranya Agroforestry Hargomulyo, Teksas Wonocolo, Kampung Tumo, wisata agrokopi Bulu Beji, kuliner nasi guling, serta Rumah Singgah Wonocolo.

“Konsep yang kami tawarkan adalah satu perjalanan dengan banyak pengalaman. Wisatawan dapat menikmati alam, budaya, edukasi, kuliner, hingga wisata religi dalam satu paket,” terangnya.

Ia juga menilai masyarakat Kedewan memiliki antusiasme tinggi terhadap pengembangan sektor wisata tersebut.

“Masyarakat berharap program ini tidak berhenti saat launching saja, tetapi bisa terus berjalan dan berkembang,” imbuhnya.

DPRD Minta Pengembangan Wisata Didukung Semua OPD

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri memberikan apresiasi atas langkah Disbudpar dalam menyiapkan paket wisata unggulan daerah. Menurutnya, potensi alam Bojonegoro harus menjadi kekuatan utama pengembangan wisata.

“Bojonegoro memang tidak memiliki wisata laut, tetapi punya hutan dan pegunungan yang potensial. Geopark ini menjadi terobosan yang sangat baik,” ucapnya.

Lasuri menegaskan pengembangan wisata di Kedewan membutuhkan dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar bisa berjalan berkelanjutan.

“Semua OPD harus terlibat, mulai dari Perhubungan, Binamarga, Pendidikan, Disperindag, hingga Kominfo. Pengembangan wisata tidak bisa dilakukan sendiri oleh Disbudpar,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur, fasilitas umum, akses transportasi, serta promosi agar wisata Geopark Kedewan semakin dikenal masyarakat luas.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana Geopark Kedewan bisa sukses dan dikenal terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pengembangan lebih besar,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Bojonegoro M. Rozi mendorong seluruh rencana yang telah disusun segera direalisasikan serta mengajak seluruh stakeholder bersinergi demi kemajuan pariwisata Bojonegoro.

Sedangkan Diana menekankan pentingnya perhatian terhadap fasilitas umum dan kebersihan kawasan wisata. Ia juga mengajak seluruh pihak memaksimalkan promosi agar paket wisata Geopark Kedewan bisa viral sejak awal peluncuran.

“Kalau sejak awal sudah viral, pengembangannya ke depan akan lebih mudah,” pungkasnya. (Am)

SHARE