Rakor Diseminasi Kajian, Disbudpar Bojonegoro Susun Arah Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

0
4

DisbudparBojonegoro– Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus memperkuat pengembangan sektor pariwisata melalui perencanaan berbasis kajian, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan potensi lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Diseminasi Kajian Pengembangan Wisata yang membahas potensi wisata di Kecamatan Kedewan, Kecamatan Padangan, Geosite Banyu Kuning Kecamatan Gondang, dan Bendungan Gongseng Kecamatan Temayang.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro tersebut berlangsung pada Kamis (20/8/2026) di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK), Bojonegoro. Rakor dihadiri sekitar 150 peserta yang berasal dari unsur pemerintah, perguruan tinggi dan lembaga penelitian, satuan pendidikan, Pokdarwis, serta pelaku usaha dan industri pariwisata.

Rakor tersebut menjadi forum untuk menyampaikan hasil kajian sekaligus membangun koordinasi, sinergi, dan penyamaan persepsi antarpemangku kepentingan dalam menentukan arah pengembangan, pengelolaan, promosi, dan pemanfaatan potensi wisata Kabupaten Bojonegoro secara terpadu dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memaparkan hasil kajian sesuai wilayah yang menjadi fokus.

Untuk Kecamatan Kedewan, LPPM IKIP PGRI Bojonegoro menghasilkan konsep paket wisata “KaGeT” atau Kedewan Geopark Trip. Paket tersebut dikembangkan sebagai upaya memperkenalkan dan mempromosikan wisata geopark yang terintegrasi dengan potensi unggulan Kecamatan Kedewan.

Sementara itu, hasil kajian LPPM UNUGIRI Bojonegoro di Kecamatan Padangan menghasilkan paket wisata “Padangan Wonderful Bojonegoro”. Paket ini mengintegrasikan sejumlah potensi, antara lain Destinasi Wisata Waduk Tirto Agung, Wisata Petik Melon, Padangan Heritage, Rumah Produksi Ledre, Ikan Bakar Klotok, Waduk Sonorejo, dan Pasar Padangan.

Untuk Geosite Banyu Kuning Kecamatan Gondang, LPPM Institut Attanwir Bojonegoro menghasilkan konsep paket wisata “TEKAD”, yaitu Trip, Edukasi, Kemah, Adventure, dan Dolanan. Paket tersebut diarahkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mengembangkan potensi wisata lokal dan ruang aktivitas sosial budaya masyarakat Kecamatan Gondang.

Sedangkan untuk Bendungan Gongseng Kecamatan Temayang, hasil kajian LPPM Universitas Bojonegoro menyatakan bahwa kawasan tersebut dinilai dapat dibuka secara bertahap sebagai destinasi wisata, meskipun pengembangan sarana dan prasarana belum sepenuhnya sempurna.

Pembukaan secara bertahap tersebut harus tetap memperhatikan sejumlah persyaratan dasar, meliputi keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas, kelembagaan pengelola, serta ketersediaan daya tarik wisata.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam pengembangan pariwisata daerah.

“Pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Harus melibatkan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, hingga media. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi wisata yang kita miliki dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Setyo Wahono.

Bupati juga mendorong agar empat destinasi yang telah dilakukan launching dapat segera ditindaklanjuti melalui pengembangan dan pengelolaan secara berkelanjutan.

Menurutnya, setiap destinasi juga perlu memiliki cerita atau storytelling yang kuat mengenai alam, sejarah, dan karakter wilayah sehingga mampu memberikan pengalaman yang lebih menarik kepada wisatawan.

“Setiap destinasi harus memiliki cerita. Kita punya kekayaan alam, sejarah, budaya, dan geologi yang sangat menarik. Potensi tersebut harus dikemas menjadi narasi yang kuat agar wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga memahami dan mendapatkan pengalaman dari destinasi yang dikunjungi,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina menyampaikan bahwa hasil kajian menjadi pijakan penting untuk memastikan pengembangan destinasi dilakukan secara lebih terarah.

“Hasil kajian ini menjadi dasar penting bagi kami dalam menyusun langkah pengembangan masing-masing destinasi. Setiap kawasan memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pengembangannya perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan pengelolaan, keselamatan, aksesibilitas, interpretasi, promosi, serta kesiapan sumber daya manusia,” ujar Elzadeba Agustina.

Ia menjelaskan, salah satu tindak lanjut yang akan diperkuat adalah peningkatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola dan penggerak pariwisata di tingkat masyarakat.

“Masyarakat dan Pokdarwis merupakan bagian penting dalam keberlanjutan destinasi. Karena itu, kapasitas pengelola akan terus kita tingkatkan melalui pembinaan dan pelatihan, mulai dari tata kelola, pelayanan, keselamatan, interpretasi hingga promosi wisata,” tambahnya.

Dari hasil pembahasan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyepakati sejumlah rencana tindak lanjut, di antaranya menjadikan hasil kajian sebagai dasar penyusunan kebijakan, program, dan penganggaran pariwisata; melakukan inventarisasi kebutuhan destinasi; mendorong pengembangan destinasi secara bertahap; meningkatkan kapasitas Pokdarwis; serta memperkuat promosi dan storytelling secara kolaboratif.

Kolaborasi juga akan diperkuat dengan melibatkan hotel, biro perjalanan, komunitas, media, pelaku usaha, dunia pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi lintas perangkat daerah dan instansi juga akan dilakukan untuk mendukung kebutuhan pengembangan destinasi, termasuk dukungan sarana transportasi untuk paket wisata.

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah memperoleh kesamaan persepsi mengenai arah pengembangan destinasi wisata, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor. Hasil kegiatan juga diharapkan mampu mendorong pengembangan destinasi yang lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan serta meningkatkan keterlibatan masyarakat, Pokdarwis, dunia pendidikan, dan pelaku usaha.(Am)

SHARE