“Hak Bahasa Isyarat Untuk Semua” Menjadi Tema HBBI 2019

0
90

BOJONEGOROPeringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBBI) tingkat Jawa Timur tahun 2019 digelar di Bojonegoro, Minggu (29/09/2019) di Alun-alun Bojonegoro, tepatnya di Jalan Mas Tumapel. Dengan mengambil tema “Hak Bahasa Isyarat Untuk Semua”, diharapkan dengan bahasa isyarat semua masyarakat dapat terlibat serta berkomunikasi, karena bahasa isyarat dapat dimengerti oleh semua orang.

Acara ini dihadiri Bupati Bojonegoro, DR. Hj Anna Muawanah; Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadlly SIK MH MSi; Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Bambang Hariyanto; Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Imam Sholikin Ketua DPP Gergatin, Bambang Prasetyo; Ketua DPD Gergatin Provinsi Jawa Timur, Maskurun atau biasa dipanggil Yuyun; Perwakilan dari MURI, Wida; Pj Sekda Bojonegoro, Abimanyu Poncoadmojo; Para Asisten Setda Pemkab Bojonegoro, Para Staf Ahli Bupati, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Bojonegoro, Camat se Kabupatten Bojonegoro dan tamu undangan lainnya. Tak hanya itu, Kontingen DPC Gerkatin dari 17 kota/kabupaten di Jawa Timur pun turut berpartisipasi selama keberlangsungan acara.

Peringatan HBBI ke-II ini diperingati dengan acara pemecahan Rekor MURI Flashmob Senam Alfabet dengan peserta tuna rungu terbanyak, yaitu sebanyak 772 peserta. Senam Alfabet merupakan gerakan senam sambil memperagakan huruf-huruf dalam bahasa isyarat.

Helmy Elisabeth selaku Kepala Dinas Sosial Bojonegoro menyampaikan bahwa kegiatan pada hari ini juga untuk menunjukkan bahwa masyarakat tuli dapat berprestasi dalam segala hal. “Ini merupakan pengalaman yang luar biasa karena dalam persiapannya dibutuhkan komunikasi dengan cara yang tidak biasa namun harus tersampaikan dengan baik. Saya berharap teman tuli tetap dapat berprestasi dan berkembang dengan baik.”, Ungkap Bu Helmy.

Sementara itu, Anna Muawannah selaku Bupati Bojonegoro dalam sambutannya juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi pada acara ini. “Difabel adalah mereka yang mempunyai keistimewaan, maka bagi kami tidak ada pengecualian karena yang ada hanyalah persamaaan. Pencapaian rekor MURI sebagai penyemangat sejarah bahwa hari ini kami berkumpul dengan semangat yang sama untuk menorehkan prestasi,” ungkap Bu Anna.

Selain acara pemecahan rekor MURI Senam Alfabet, terdapat serangkaian acara lain yaitu jalan sehat, fashion show, lomba mewarnai, lomba pantomim dan lomba Bahasa Isyarat Indonesia yang menambah kemeriahan pada acara tersebut.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here