Disbudpar Bojonegoro Adakan Pelatihan Kepemanduan

0
98

Sektor pariwisata menjadi salah satu kiat suatu daerah untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat. Melalui pariwisata banyak hal yang bisa terangkat, selain obyek wisata itu sendiri. Diantaranya tempat penginapan (hotel), rumah makan, sentra oleh-oleh khas, dan yang paling dominan ialah pemandu wisata (tour guide).

Melihat potensi tersebut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro terus melakukan upaya untuk mempromosikan dan meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan. Salah satunya adalah diadakannya Pelatihan Kepemanduan Wisata yang dilaksanakan pada hari Senin-Selasa (18-19/09/2017).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 peserta diantaranya di ambil dari usur Pokdarwis, Biro Perjalanan Wisata, Pendamping Agropolitan, Pendamping Wisata, dan Pengelola Obyek Wisata yang nantinya akan saling berkoordinasi satu sama lain.

“Pelatihan Kepemanduan Wisata tahun 2017 pesertanya akan di berikan bekal pengetahuan dan kemampuan agar mampu mengembangkan kemampuan SDM Pramuwisata, selain itu memberikan pemahaman tentang teknik dan etika untuk menjadi Pramuwisata yang baik,” Pungkas Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan SDM Pariwisata dan Budaya, Dyah Enggarini Mukti, SE,MM.

Dalam pelatihan tersebut materi yang di berikan ialah Pengantar pelatihan pemandu wisata, dasar kepemanduan dan pelayanan prima dengan narasumber Dosen D4 Destinasi Pariwisata dari Poltek Malang, Andi Yuwono. Selanjutnya Dasar-dasar Kepemanduan wisata, kode etik kepemanduan dan cara menangani komplain yang di sampaikan oleh Dosen D3 Pariwisata Unmer Malang, Heri Mujiono.

Hari berikutnya, peserta pelatihan diberikan materi Demonstrasi memandu di obyek wisata, susur sungai bengawan solo dan petik Blimbing di desa Mojo, kecamatan Kalitidu. Dari Pelatihan Kepemanduan Wisata tersebut, 14 peserta akan dikirim untuk mengikuti seritifikasi.

Disamping itu pelatihan ini diharapkan dapat di manfaatkan sebagai wadah bertukar informasi dan potensi wisata di daerah peserta masing-masing serta terbentuknya forum komunikasi antar Pramuwisata dan Pokdarwis sebagai jejaring pemasaran pariwisata.  Wisatawan nantinya tidak hanya di ajak ke salah satu destinasi saja akan tetapi akan dipandu dan diarahkan untuk mengunjungi wisata selanjutnya,” Imbuh Kabid Pengembangan Kelembagaan SDM Pariwisata & Budaya tersebut.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here